Antibiotik untuk Radang Tenggorokan dan Batuk Nggak Boleh Asal, Ini Cara Pakainya yang Benar!

Radang tenggorokan memang menyiksa. Nggak heran jika banyak orang yang suka asal minum obat demi cepat terlepas dari siksaan tersebut.

Padahal nih menurut para ahli dari National Institutes of Health (NIH), sebagian besar sakit tenggorokan disebabkan oleh virus. Nah, kasus-kasus radang tenggorokan yang disebabkan oleh virus sebenarnya tidak membutuhkan obat khusus, apalagi antibiotik.

Kita hanya perlu beristirahat secara cukup, mengonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan imunitas, dan perlahan radang tenggorokan tersebut akan membaik dengan sendirinya. Antibiotik tidak akan menghilangkan sakit tenggorokan yang disebabkan oleh virus ataupun bakteri.

Kalaupun Smart Readers merasa sakitnya sudah sangat mengganggu dan ingin meringankannya, Anda bisa mengonsumsi paracetamol atau ibuprofen. Kedua jenis obat itu akan meringankan rasa sakit yang Anda rasakan.

Lalu kapankan antibiotik untuk radang tenggorokan dan batuk bisa digunakan?

Bagaimana Cara Penggunaan Antibiotik untuk Radang Tenggorokan dan Batuk?

Nah, seperti yang sudah arekngalam singgung di atas, sakit tenggorokan yang disebabkan oleh virus tidak bisa diatasi dengan antibiotik. Artinya, jika smart readers mengalami sakit tenggorokan yang muncul karena bakteri, di sinilah antibiotik baru bisa digunakan.

Masalahnya nih, untuk mengetahui apakah radang tenggorokan kita disebabkan oleh bakteri, nggak bisa asal. Smart readers perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Kemudian, dokter akan melakukan pengecekan dengan metode Swab. Jika sudah dipastikan radang tenggorokan tersebut disebabkan oleh bakteri, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik.

Jenis radang tenggorokan yang membutuhkan antibiotik biasanya disebabkan oleh bakteri Streptococcus. Kondisi ini lebih banyak ditemui pada anak-anak berusia 5-15 tahun. Walaupun begitu, orang dewasa ada juga yang mengalaminya lo.

Ciri-ciri sakit tenggorokan karena bakteri biasanya terjadi lebih dari satu minggu. Munculnya demam yang mengiringi.

Bakteri biasanya membuat tenggorokan terasa kering, gatal, dan sakit hingga Anda sulit bicara serta menelan. Tak hanya itu, biasanya diiringi juga dengan kelenjar getah bening yang membesar dan bengkak.

Amandel juga biasanya bertambah besar dan ditemukan bercak-bercak putih. Kondisi seperti ini dianggap sebagai radang tenggorokan yang cukup serius, karena bisa menimbulkan sinusitis hingga radang amandel. That’s why dokter umumnya akan meresepkan antibiotik, baik untuk pasien dewasa ataupun anak-anak.

Satu hal yang perlu Smart Readers ketahui, antibiotik tidak bisa dibeli secara bebas. Antibiotik harus dibeli sesuai dengan resep dokter.

Jika dokter meresepkan antibiotik, Anda perlu untuk menghabiskan obat yang telah diresepkan oleh dokter. Resep tersebut telah dibuat sesuai dengan perhitungan yang tepat sehingga mampu membunuh bakteri dan menyembuhkan radang tenggorokan.

Sayangnya nggak sedikit pasien yang merasa sudah baikan, lalu menghentikan konsumsi antibiotik. Padahal nih, menghentikan antibiotik tidak sesuai resep justru akan membuat kondisi makin buruk.

Selain itu bisa terjadi resistensi terhadap antibiotik. Alias bakteri di dalam tubuh kita menjadi kebal dengan antibiotik.

Alhasil jika di lain waktu dokter meresepkan antibiotik yang sama, tubuh kita tidak akan bereaksi. Sakit tenggorokan akan semakin lama sembuhnya deh.

Ada banyak jenis antibiotik yang beredar di pasaran. Berikut ini beberapa nama yang paling umum diresepkan oleh dokter:

  • Penicillin.
  • Amoxicillin.
  • Eritromisin.
  • Cephaplosporin.
  • Cefadroxil.
  • Clarithromycin.
  • Cefixime.
  • Cefalexin.
  • Clindamycin.

Antibiotik yang paling sering diresepkan sih urutan nomor 1 dan 2, Smart Readers. Namun adakalanya pasien memiliki alergi terhadap kedua jenis antibiotik tersebut.

Nah, saat ada kasus alergi pada antibiotik, biasanya dokter akan meresepkan Cephalosporin sebagai gantinya. Jenis antibiotik ini dianggap lebih aman dan ramah anak dibanding antibiotik jenis lainnya.

Nah, sekarang Smart Readers nggak pusing lagi kan terkait penggunaan yang tepat antibiotik untuk radang tenggorokan dan batuk? Salam sehat dari arekngalam!

Leave a Comment