3 Cara Membuat Anak Suka Membaca Buku Sejak Usia Dini

Saat ini cara membuat anak suka membaca banyak dicari oleh banyak orang tua. Hanya saja tidak semua orang tua memiliki niat yang lurus dan benar terkait keinginannya ini.

Salah satu alasan mengapa sebagian besar orang tua ingin anaknya lekas bisa membaca lebih kepada agar anak-anak mudah diterima di sekolah dasar. Padahal manfaat membaca buku jauh lebih besar dari hal tersebut.

Membaca buku punya manfaat yang sangat penting untuk anak. Kebiasaan baik ini bisa memberikan banyak manfaat untuk pendidikan dan masa depannya. Tak hanya itu, smart readers, membaca juga dapat menambah motivasi dan meningkatkan kreativitas.

Bahkan dengan membaca, karakter baik anak bisa berkembang dengan pesat. Bagi anak usia dini, jika tidak ditumbuhkan minat membaca dalam dirinya, maka anak akan sulit memiliki kebiasaan baik ini di kemudian hari. Karena itu dibutuhkan cara membuat anak suka membaca agar kebiasaan itu bisa ditumbuhkan sejak usia dini.

Kenapa Anak Tidak Suka Membaca?

Namun sebelum kita mencari tahu bagaimana cara membuat anak suka membaca, hal terpenting yang harus digali adalah alasan di balik anak-anak zaman now tidak suka membaca. Di masa serba modern, diakui atau tidak, budaya membaca pada anak sudah mulai terkikis.

Hal ini disebabkan karena kesehariannya sudah mulai diisi dengan menonton televisi dan bermain game. Tahukah smart readers, anak-anak yang setiap harinya menghabiskan waktu dengan bermain game, mereka akan lebih berpotensi tumbuh menjadi anak yang egois, manja dan individualis?

Dilansir dari Kominfo.go.id, UNESCO menyebutkan Indonesia berada di urutan kedua dari bawah tentang literasi dunia. Artinya, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Dari 1.000 orang Indonesia, hanya satu yang rajin membaca. Menyedihkan nggak sih, smart readers?

Selain itu, kegiatan membaca menjadi hal yang tak biasa dilakukan oleh anak zaman now karena ia tak melihat keteladanan dari kedua orang tuanya. Bahkan pekan literasi di sekolah hanya dilakukan di hari-hari tertentu. Bukan sebagai pembiasaan, tapi terkadang hanya berupa kegiatan menggugurkan kewajiban.

Bagaimana anak-anak akan suka membaca, ketika ia tak pernah melihat orang tuanya membaca buku? Bagaimana anak-anak tak suka dengan gadget, sementara apa yang ada di depan matanya adalah para orang tua yang tak bisa lepas dari gagdetnya?

Sebelum memiliki anak saleh, orang tua harus saleh terlebih dahulu. Begitu juga ketika ingin punya anak yang rajin baca, orang tua juga harus rajin baca dulu dong.

Membaca menjadi kegiatan yang terasa membosankan bagi anak. Apalagi ketika kegiatan itu dipaksakan karena kewajiban, dan tidak ditumbuhkan sebagai kebutuhan.

Untuk menumbuhkan kebiasaan dan semangat dalam diri anak terhadap kegiatan membaca buku bukanlah perkara yang mudah. Selain anak zaman now cenderung lebih suka pada digitalisasi, anak juga tidak bisa dipaksa begitu saja untuk membaca buku.

Ada hal-hal yang harus kita terapkan di rumah agar kebiasaan suka membaca tumbuh mengakar dengan kuat. Bagaimana ya?

3 Cara Membuat Anak Suka Membaca Buku, Sudahkah Melakukannya di Rumah?

Melansir laman resmi Sahabat Keluarga Kemendikbud, berikut ini adalah 3 cara membuat anak suka membaca buku sejak usia dini. Siap menerapkannya smart readers?

gemar membaca adalah

 

1. Sediakan Banyak Buku Bacaan

Bagi orang tua, fasilitasi anak dengan banyak bahan bacaan. Entah itu berupa buku, majalah, komik edukasi, koran dan lain sebagainya. Tentu saja pilih bahan bacaan yang relevan dengan usia dan kebutuhan anak.

Orang tua bisa mendirikan perpustakan mini di rumah. Dengan fasilitas ini, anak akan terbiasa dekat dengan bahan bacaan. Tentunya juga akan mempermudah anak dalam mengakses bacaan.

Tempatkan buku-buku anak di lokasi yang mudah dijangkau olehnya. Sehingga kapanpun mereka ingin membaca, bisa mengambil buku tersebut tanpa perlu bantuan dari orang tuanya.

Sediakan buku bacaan dengan berbagai jenis rentang usia. Untuk pembaca usia dini, bisa dimulai dengan board book atau buku bantal yang tidak bisa robek. Selain itu jenis buku ini juga lebih awet dan bisa diturunkan ke adik-adiknya kemudian.

Tak lupa ajari anak untuk merawat bukunya. Secara tak langsung, anak akan belajar bagaimana menghargai ilmu pengetahuan.

Oh ya, membangun perpustakaan mini di rumah tak selalu harus membutuhkan modal besar kok. Jika smart readers belum mampu membeli buku baru atau buku-buku premium, bisa dimulai dengan buku-buku pre loved yang masih bagus kondisinya.

Bergabunglah dengan komunitas dan grup membaca, untuk mendapat info buku-buku bagus. Tak jarang di komunitas tersebut mereka saling berbagi info tentang buku pre loved yang dijual terjangkau. Juga info buku-buku murah yang kualitasnya bagus.

Bersyukur saat ini sudah semakin banyak penerbit buku anak. Buku-buku anak dengan beragam genre semakin mudah dihadirkan di rumah-rumah tanpa harus merogoh kocek dalam. Tinggal mau atau nggak nih memfasilitasi anak-anak dengan kemudahan yang ada?

2. Luangkan Waktu untuk Membaca

Masih ingat dengan semboyan Ki Hajar Dewantara yang pertama? Ing ngarsa sung tulada, sebagai orang tua kita harus bisa memberikan teladan atau panutan kepada anak-anak.

Oleh karenanya, jangan lupa untuk mencontohkan kepada anak untuk meluangkan waktu membaca setiap harinya. Aktivitas membaca buku ini bisa dilakukan saat pagi hari sebelum berangkat kerja. Bisa juga menjadi aktivitas sepulang kerja sambil menikmati kudapan sore.

Lakukan aktivitas ini saat anak sedang di rumah, jadi mereka bisa melihat kita membaca secara langsung. Orang tua adalah role model pertama kali yang diidolakan anak. Jika idolanya gemar membaca, anak otomatis akan menirunya kan?

Mimin jadi teringat sebuah cerita yang disampaikan pada salah satu kegiatan parenting beberapa tahun lalu. Ada seorang ibu yang tidak suka membaca sama sekali. Namun ia sangat ingin anaknya punya kebiasaan membaca.

Akhirnya demi menumbuhkan minat membaca pada diri anak, sang ibu setiap pagi berpura-pura membaca buku. Sang anak yang melihat hal tersebut lama-lama jadi hobi membaca. Sang ibu pun perlahan-lahan juga jadi suka membaca karena kegiatan pura-pura tersebut.

Dari cerita singkat ini bisa diambil kesimpulan bahwa memaksakan kebiasaan baik itu perlu. Hanya saja paksalah dengan cara yang apik dan menyenangkan, sehingga anak tidak terasa sedang dipaksa.

3. Bacakan Buku Setiap Hari

Tak sedikit orang tua yang berkeluh-kesah tentang satu hal. Merasa sudah menyediakan banyak buku untuk anaknya, tetapi anak-anak tersebut sama sekali tidak tertarik pada buku yang ada.

Masalahnya, apakah kita sebagai orang tua sudah rajin membacakan buku pada anak? Buku dihadirkan di rumah bukan hanya sebagai pajangan, smart readers. Setelah buku ada di rumah, maka tugas pertama kita sebagai orang tua adalah membacakannya kepada anak setiap hari.

Anak-anak usia dini belum bisa membaca sendiri kan? Maka bacakanlah buku itu untuk mereka. Ajak mereka masuk ke beragam dunia menarik yang disajikan lewat buku. Ajak anak bertualang dari satu buku ke buku lainnya.

Biarkan imajinasinya berkembang, biarkan pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari bibir kecilnya. Saat itulah anak sedang belajar dengan sangat menyenangkan. Jadikan proses membaca bersama menjadi hal yang selalu ia rindukan.

Buatlah kenangan dalam diri anak bahwa membaca adalah kegiatan yang menghibur sekaligus mengedukasi. Membacakan buku untuk anak dapat dilakukan setelah anak selesai belajar, atau sebelum ia tidur.

Jika untuk memulainya masih sangat sulit, kita bisa melatihnya perlahan. Tak perlu lama-lama, cukup biasakan setidaknya 15 menit setiap harinya. Jika sudah menjadi kebiasaan, tingkatkan intensitas dan durasinya.

Tidak ada yang mudah dalam menumbuhkan kebiasaan baik, termasuk juga membaca buku. Semua itu butuh proses yang tidak instan. Sejatinya jika smart readers ingin anak-anak punya skill membaca, maka mulailah dengan membiasakannya membaca buku setiap hari.

Semoga tiga cara membuat anak suka membaca buku di atas bisa membantu. Tetap semangat mendampingi anak-anak belajar, smart readers. Jangan lupa untuk mengulik tips anak agar gila membaca ya.

Leave a Comment