Pentingnya Pendidikan Karakter di Indonesia, Ini 5 Cara Menerapkannya di Rumah!

Pendidikan karakter di Indonesia adalah hal yang tak boleh ditinggalkan. Apalagi ketika pandemi menghantam dan sekolah online diterapkan. Pendidikan karakter terasa kurang leluasa dilakukan karena terbatas layar.

Tak sedikit dari tenaga pengajar merasakan bahwa karakter anak didiknya berubah sejak pandemi datang. Pendidikan karakter adalah pondasi terpenting yang perlu ditumbuhkembangkan di dalam diri anak sejak usia dini.

Saat ini banyak orang berpikir bahwa pendidikan karakter hanya bisa diberikan pada jenjang pendidikan formal, baik itu di sekolah dasar, menengah, ataupun di tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Padahal karakter anak-anak sebenarnya ditentukan dari pengasuhan kedua orang tuanya.

Sebelum anak-anak dibawa ke sekolah, anak-anak seharusnya telah mendapat pendidikan karakter di rumahnya masing-masing. Sayangnya kini banyak orang tua yang lupa akan hal itu, dan melepaskan begitu saja tanggungjawabnya kepada sekolah. Smart readers, sekolah bukanlah bengkel karakter lo.

Setidaknya, setiap anak perlu memiliki karakter-karakter baik, seperti jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli, toleran, suka membaca, dan santun dalam berinteraksi. Sebenarnya karakter-karakter tersebut adalah fitrah di dalam diri setiap manusia. Hanya saja seringkali pola pengasuhan yang kurang tepat menghilangkan fitrah tersebut.

Itulah pentingnya para orang tua untuk terus belajar parenting. Tentu saja agar bisa menjaga fitrah baik anak sehingga karakter anak akan berkembang dengan pesat. Lalu bagaimana cara menerapkan pendidikan karakter di Indonesia mulai dari rumah?

 

5 Cara Menerapkan Pendidikan Karakter di Indonesia Mulai dari Rumah

Pendidikan karakter di Indonesia sangatlah penting untuk ditinjau ulang. Pada era modern seperti sekarang ini, sangat banyak anak yang masih berada di bangku sekolah dasar memiliki karakter yang cukup buruk.

Hal ini dipengaruhi oleh teknologi yang tidak digunakan dengan baik. Padahal sebenarnya teknologi bisa kok membantu anak mengembangkan karakter baik. Tentu saja jika anak diajarkan cara menggunakan teknologi dengan tepat guna.

Bukan teknologinya yang salah, tetapi bisa jadi karena pola asuh kita sebagai orang tua yang masih harus diperbaiki.

Lalu bagaimana cara menerapkan pendidikan karakter pada anak di rumah? Yuk kita kulik satu per satu, smart readers.

pendidikan karakter di keluarga

1. Selalu Berikan Contoh yang Baik pada Anak

Anak adalah peniru ulung. Pada masa awal kehidupan anak, mereka cenderung menirukan apa saja yang dilakukan dan dilakukan oleh orang-orang terdekatnya. Maka memberikan teladan yang baik adalah kewajiban kedua orang tua yang pertama.

Dalam menerapkan sikap santun, misalnya, orang tua bisa mencontohkannya saat berinteraksi dengan sesama anggota keluarga. Anak juga bisa mencontoh sikap orang tua dari caranya berperilaku sebagai anggota masyarakat.

Bahkan hubungan kita dengan tetangga juga ditiru oleh anak lo. Jika anak selalu memperhatikan dan melihat perilaku santun orang tuanya, mereka pun akan melakukan hal yang sama ketika berinteraksi dengan teman, saudara ataupun tetangga di sekitar.

Jadi saat melihat perilaku kasar anak, cek dahulu asal muasal perilaku tersebut. Jangan-jangan ia meniru apa yang dilihatnya? Anakmu, cerminan perilakumu.

2. Libatkan Anak dalam Pengambilan Keputusan

Menumbuhkan karakter bertanggung jawab bisa dilakukan sejak dini kok. Cara termudah yaitu dengan melibatkan anak saat ada masalah.

Ajak anak untuk menemukan solusi atas masalah tersebut. Contoh sederhana, saat anak sedang berebut mainan dengan saudara atau temannya, kita jangan langsung memberikan solusi secara instan.

Saat situasi seperti ini terjadi, cobalah untuk memberikan anak kesempatan menyelesaikan permasalahan tersebut. Ajukan beberapa solusi yang bisa dipilih anak, ajak mereka berembug dan memutuskan kesepakatan bersama.

Anak bisa diberikan beberapa pilihan, seperti memberikan mainan lain untuk dipinjamkan, memintanya untuk memainkan mainan secara bergiliran, atau mengalah dan meminjamkan mainan tersebut pada saudara/ temannya.

Membiarkan anak untuk memilih solusi terbaik menurut dirinya secara nggak langsung telah melatihnya untuk bisa bertanggung jawab terhadap pilihannya sendiri.

3. Tanamkan Kepercayaan pada Anak

Karakter lain yang harus dimiliki anak agar bisa melakukan tugas dengan baik adalah kepercayaan diri. Untuk menanamkan rasa percaya diri pada anak, peran penting orang tua sangat dibutuhkan.

Caranya yaitu dengan membentuk konsep diri yang jelas pada anak. Salah satu cara menumbuhkan konsep diri yaitu dengan memberikan tugas-tugas yang sesuai dengan tingkatan usia anak.

Tentu awalnya anak butuh pembiasaan. Tak sedikit yang merasa sulit melakukannya, bahkan merajuk. Namun selalu yakinkan anak jika mereka bisa melakukan tugas yang diberikan tersebut.

4. Terapkan Sistem ‘Reward and Punishment’

Kedisiplinan adalah karakter baik berikutnya yang perlu dimiliki setiap anak. Kita bisa menumbuhkan karakter ini dengan penerapan reward and punishment sytem. Sederhananya yaitu dengan pemberian imbalan dan hukuman pada kondisi-kondisi tertentu.

Anak berhak mendapat imbalan ketika ia telah melakukan tugasnya dengan baik. Perlu diperhatikan jika imbalan yang diberikan tidak perlu berlebihan agar anak tidak melakukan tugasnya dalam rangka mendapatkan hal tersebut. Apresiasi-apresiasi sederhana berupa pujian atau memberikan makanan kesukaannya adalah beberapa contoh imbalan yang bisa memberikan motivasi anak untuk mempertahankan perilaku baiknya.

Sebaliknya, hukuman bisa diberikan kepada anak saat ia berperilaku kurang baik. Tentu saja di awal, soal hukuman ini harus didiskusikan dengan anak. Hukuman harus dipertimbangkan sesuai dengan usia dan kebutuhan.

Sebaiknya hukuman tidak boleh terlalu keras, dan bukan berupa physical punishment. Pikirkan jenis hukuman yang bisa membuat anak jera. Cara paling sederhana adalah dengan mencabut hak atau kesenangannya.

Cara ini perlu dilakukan agar anak tidak melakukan kesalahan yang sama berulangkali. Contoh hukuman misalnya, jika anak melanggar peraturan screen time, maka hak anak untuk menonton TV/ YouTube dicabut.

5. Libatkan Anggota Keluarga Lain untuk Ikut Bekerja Sama

Pendidikan karakter di dalam keluarga harus dilakukan secara menyeluruh. Bukan hanya dari orang tua ke anak, tetapi juga perlu melibatkan anggota keluarga yang lain. Ajak setiap anggota keluarga saling bekerja sama dalam memberikan contoh yang baik.

Kakak bisa menjadi teladan bagi adiknya, asisten rumah tangga pun perlu diajak berkomunikasi tentang penerapan apa-apa yang boleh dan tidak di rumah. Jangan lupa juga untuk diskusikan tentang aturan-aturan di rumah bersama nenek dan kakek, terutama yang masih tinggal serumah.

Seringkali membicarakan hal ini kepada nenek kakek butuh effort berlipat. Maklum kakek nenek biasanya memiliki kecintaan berlebih pada cucunya. Namun jika dikomunikasikan dengan baik, insya Allah kakek nenek bisa paham kok. Apalagi kalau hasil dari aturan yang diterapkan telah memperlihatkan hasil yang baik.

Semoga 5 tips menerapkan pendidikan karakter di Indonesia dari rumah bisa memberikan wawasan pada smart readers. Lets build Indonesia strong from home!

Leave a Comment